Pimpian Pondok Saat Pembukaan Workshop
Al-Ikhlash selenggarakan workshop pengembangan kapasitas penganggaran dan pelaporan pada tanggal 15 Januari 2016

2016.01.30, Saturday
«Left Right»

MOST POPULIAR

2016.01.27, Wednesday
yusuf mansur

Cerita dari Pembukaan Silaturahmi Nasional Pimpinan Pesantren Alumni Gontor

Pada Jum’at tanggal 22 januari 2016 sekitar pukul 20.00 WIB berlangsung acara pembukaan Silatnas Pimpinan Pesantren Alumni Gontor di halaman Hotel Siti Tanggerang.
Setelah MC mempersilahkan pembacaan ayat suci al-Qu’an kepada qari, tidak biasanya qari berkomunikasi terlebih dahulu dengan audien, setelah menyampaikan salam, qari mengatakan bahwa menurut guru saya (maksudnya KH Yusuf Mansur), baca al-Qu’an itu baiknya semua yang hadir, biar barokahnya lebih banyak, kemudian qari membaca surat al-baqarah ayat 152: فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ dan meminta audien untuk mengikutinya, audienpun serntak mengikuti bacaan ayat tersebut.
Selanjutnya qari menyampaikan bahwa kita akan baca sama-sama ayat tersbut diakhiri dengan shadaqallahul adziim. Dengan kompak audienpun membaca ayat tersebut mengikuti qari dan diakhiri dengan bacaan shadaqallahul adziim.
Yang menarik dari kejadian ini adanya upaya kretaif dari qari diluar dugaan audien, mencoba membaca ayat singkat dan mengena karena berisi ajakan bersyukur, mungkin dihubungkan dengan Kesyukuran 90 tahun Pondok Modern Gontor, atau secara umum menginmgatkan kita para hadirin agar tidak lupa bersyukur dan jangan sampai kufur ni’mat.
Terlepas dari dugaan tersebut yang pasti penampilan qari di luar kebiasaan pada umumnya akan sangat mengesankan dan terus terngiang-ngiang. Secara komunikasi pesan dia telah berhasil menyampaikan pesan singkat yang dapat dikenang dan bermakna itu.
Memang suka aditemukan juga dalam beberapa pertemuan petugas qari yang berkreasi seperti itu, pernah dalam suatu acara tabligh seorang qari tidak diduga mengajak hadirin membaca surat al-fatihah, lalu selesai.
Melengkapi kejadian itu ada juga seorang Kyai sepuh di Wonosobo, ketika diminta memimpin do’a, beliau berkomunikasi terlebih dahulu dengan audien dan menyampaikan bahwa do’a yang dipanjatkan itu bagusnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing, maka beliau meminta kepada audien untuk berdo’a masing-masing sesuai kebutuhannya kemudian diajak membaca surat al-fatihah.